Terminator Politik

152

KURSI Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak kian panas. Gara-gara tuduhan skandal di Malaysia Development Berhard (1MDB), Najib, menurut mantan Wakil PM Musa Hitam, bakal dapat dilengserkan Mahathir Mohamad.

Didirikan 2009, dengan cepat 1MDB berutang 49 miliar ringgit, antara lain 4 miliar ringgit dari dana pensiun. Sebanyak 42 juta ringgit ditengarai berpindah-pindah melalui beberapa perusahaan perantara, sebelum masuk ke rekening pribadi PM Najib. Koran Wall Street mengungkap besarnya US$700 juta. Najib menepis. Katanya, 1MDM memiliki aset 51,4 miliar ringgit lebih besar daripada utang. Aset itu antara lain lahan 28 ha di Bukit Bintang yang akan menjadi pusat keuangan Tun Razak Exchange (TRX) dan 202 ha lahan di Kuala Lumpur selatan yang bakal menjadi stasiun kereta api cepat dari Singapura. “Jika saya orang kaya, saya akan beli lahan di area terbaik itu karena saya tahu nilainya dalam 20 tahun,” ujar Najib.

Tak hanya Mahathir melalui blognya dan Wall Street membongkar skandal 1MDB. New York Times mempertanyakan bagaimana Riza Aziz, belum 40, membiayai gaya hidup mewah. Riza anak tiri PM Najib, anak istrinya, Datin Seri Rosmah Mansor dari perkawinan sebelumnya. Ia berpartner dengan Jho Low dalam pembiayaan sejumlah film. Cikal bakal 1MDB ialah perusahaan investasi di Trengganu yang didirikan Jho Low, kemudian melalui PM Najib diambil alih dan diberi status lebih beken, berlevel nasional, dengan nama besar 1Malaysia Devolpment Berhard.

Atas pertanyaan New York Times itu Kantor Perdana Menteri menjawab bahwa kekayaan Riza berasal dari legacy family assets. Jawaban itu mengundang reaksi keras empat saudara laki-laki PM Najib, bahwa ayah mereka, mantan PM Tun Razak, dikenal sederhana dan teguh berintegritas. Melalui pernyataan ditandatangani berempat, mereka mengancam siapa pun menodai nama besar ayah mereka, apa pun motifnya. Seorang dari mereka itu, Datuk Sri Nazir Razak, Chairman CIMB Group, bank investasi tergolong terbesar di Asia Pasifik.

Related Posts

PM Najib telah merombak kabinet, mencopot Wakil PM Muhiyiddin Yassin yang mengkritiknya terbuka dan Jaksa Agung Abdul Gani Patail yang disebut-sebut membuat draf tuduhan untuk PM Najib yang kemudian dimuat situs Sarawak Report. Namun, menurut Mahathir, perombakan kabinet itu lebih banyak mudaratnya. Mahathir terus mendesak PM Najib meletakkan jabatan. “Seluruh dunia tahu tentang Datuk Seri Najib, Jho Low dan 1MDB,” katanya.

Musa Hitam mengingatkan publik Malaysia bahwa Mahathir political terminator yang selalu sukses mendepak tokoh yang tak sesuai keinginannya. Dua PM dan dua wakil PM tumbang dibuatnya. Korban pertama Tunku Abdul Rahman. Mahathir menekan PM pertama Malaysia itu sebagai yang bertanggung jawab atas kerusuhan rasial 13 Mei 1969, hingga mundur. Korban kedua, setelah Pemilu 2008, PM ke-5 Tun Abdullah Ahmad Badawi yang dinilai gagal mempertahankan Barisan Nasional menang mutlak di Dewan Rakyat.

Musa sendiri, korban terminator pertama di jajaran wakil PM. Korban kedua, Wakil PM Datuk Sri Anwar Ibrahim, tuduhannya sodomi. Menurut Musa, Mahathir cerdas politik dan pembelajar Seni Berperang Sun Tsu. Kini sang terminator membidik Najib sebagai PM korban ketiga, “Saya pikir dia akan berhasil,” kata Musa.

Adakah political terminator di Indonesia? Bung Karno dan Pak Harto diterminasi mahasiswa yang demo ramai-ramai berkepanjangan. Tak seorang pun dapat disebut political terminator. Bung Hatta mundur sendiri dari jabatan wapres. Satu-satunya political terminator mungkin Amien Rais sewaktu Ketua MPR melengserkan Gus Dur. Itu pun predikat ‘ketinggian’ karena PAN tak punya cukup kursi untuk bisa sendirian menjatuhkan presiden. Apakah perlu terminator politik? Enyahkan pikiran itu, terlebih dalam umur 90 seperti Mahathir. Apa yang kau cari Palupi?

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.