Apa yang Aneh dengan JK

BERADA di luar kekuasaan membuat orang kiranya lebih merdeka. Jika aslinya berwatak berterus terang, kemerdekaan itu membuka ruang lebih luas lagi untuk terang-terangan. Dari sudut pandang itu, setelah tak lagi menjadi wakil presiden,

Setop Melodrama

KORONA seperti mencelikkan mata kita, bahwa kita bukan bangsa yang berdisiplin. Mengherankan bahwa kita seakan baru tahu bahwa kita bukan bangsa yang berdisiplin. Kita marah terhadap diri kita sendiri. Lalu keluarlah peraturan, barang

Mengenang Jakob Oetama

TAHU batas ialah kearifan seorang Jakob Oetama. Melampaui batas berarti kematian, bukan pilihan pers yang waras--sang penjaga akal sehat kepublikan. Di dalam pengertian yang mendalam perihal ‘batas’ itulah Jakob Oetama berhasil

Jenderal Gatot

BAIKLAH sejujurnya saya katakan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, sepertinya kepingin menjadi presiden. Apakah ada yang keterlaluan di situ? Dari kedudukannya sebagai panglima TNI, berkeinginan menjadi presiden, kiranya

Dengarlah Begawan Ekonomi

DALAM penerbangan pulang dengan Swissair Flight 128 ke Washington, seusai pertemuan internasional para bankir di Swiss, Chairman the Fed Alan Greenspan dihampiri Bob Agnew, kepala keamanan yang mengawalnya selama melawat ke luar negeri.

Sinisme untuk Din Syamsuddin

INILAH negeri yang tak pernah kekurangan oposisi. Juga tak kelebihan oposisi. Di tiap era, bahkan di era rezim otoriter sekalipun, selalu saja ada orang yang mengambil peran oposisi. Pernyataan di atas berbicara tentang ‘orang’, bukan…

Kursi Wamen Rasa Permen

KENAPA kita kalah bersaing? Karena dunia pendidikan kita dapat membunuh kreativitas. Maka, inovator seperti bos Gojek yang lulusan Harvard Business School diperlukan menjadi menteri pendidikan. Demikian jawaban saya yang mengandung

Kenapa Prabowo Mau Jadi Menhan?

BANYAK sekali orang yang kaget kok Prabowo mau menjadi menteri. Bukankah menteri pembantu presiden? Bukankah Prabowo dua kali menjadi calon presiden dan sekali calon wakil presiden? Yang namanya 'calon' belum tentu menjadi apa pun.

Jangan Jewer-jeweran di Kabinet

INI pernyataan sensasional. Demokrasi kita menyimpan krisis tersembunyi. Dia sesewaktu bisa meletus. Apa buktinya? Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin hasil pilihan rakyat dengan partisipasi pemilih 81%. Akan tetapi,

Pertemuan Elite Integratif

PARA pemimpin bertemu, berjabat tangan, bertukar pikiran tentang perkara-perkara besar kiranya bagus buat bangsa dan negara. Itulah yang diharapkan terjadi ketika Ketua Umum Gerindra Prabowo bertandang ke rumah Ketua Umum Partai NasDem